Senin, 19 Mei 2014

Gaya Gravitasi



RAHASIA

GAYA GRAVITASI



Gaya adalah sebuah interaksi antara benda dan lingkunganya. Gaya gravitasi adalah sebuah interaksi anatara sebuah benda yang bermassa m dengan benda lain disekitarnya. Jadi, gaya terjadi di setiap benda yang memiliki massa dengan benda lain yang juga memiliki massa di alam ini. Bentuk interkasi benda pada peristiwa gaya gravitasi dapat terlihat pada contoh meteoroid yang jatuh ke bumi. Buah apel yang jatuh ke pohon ke arah bawah yang oleh Newton mengilhami penentuan besaran dari gaya gravitasi dan masih banyak lagi yang tentunya kita semua tahu.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Insyiqaaq ayat 3-4 :


                         وَتَخَلَّتْ فِيهَا مَا وَأَلْقَتْ . مُدَّتْ الأرْضُ وَإِذَا

“Dan apabila bumi diratakan. Dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong”


Dalam ayat ini, Allah menerangkan pada kita bahwa apabila bumi tidak memiliki gaya gravitasi yang menarik benda-benda dan materi-materi maka bagian atasnya akan turun ke bawah dan  sebaliknya.  Inilah penjelasan konsep gaya gravitasi bagi kelangsungan hidup mahluk di bumi.
Dalam kajian sains, bumi memiliki gaya tarik yang lebih besar jika dibandingkan dengan gaya tarik bulan. Besar gaya tarik bulan diperkirakan  seperenam gaya tarik bumi karena ukuran massa yang lebih besar dari pada bulan sehingga bumi memiliki kekuatan untuk menarik benda-benda yang berada di dalamnya.
Sampai saat ini manusia belum mengetahui hakikat dari gravitasi. Akan tetapi, mereka mengetahui hubungan tarik-menarik benda-benda di dalamnya terdapat kehidupan, seperti air yang memiliki gaya tarik –menarik diantara bagian-bagianya. Apabila gaya tarik-menarik ini dihapuskan maka air akan menjadi wujud api.  Unsur penyusun air adalah Oksigen dan hidrogen. Hidrogen adalah unseur yang mudah terbakar, sementara oksigen merupakan unsur yang diperlukan dalam proses pembakaran. Jadi, ini akan terjadi apabila keduanya berpisah. Isyarat ini bisa dietemukan pada surat At-Takwiir:6

وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ



“dan apabila lautan dijadikan menyala (meluap)”


Penelitian yang saat ini tertuju pada masalah gaya tarik menarik  dengan memisahkan air pada dua unsur pokoknya, menemukan energi hidrogen. Bedasarkan hal itu, kalaulah tidak ada gay agravitasi  bumi, akan lenyaplah atmosfer yang menyelimuti bumi. Akan lenyap pula semua oksigen yang penting bagi kelangsungan hidup. Demikian seterusnya sehingga tidak akan ada kesempatan kehidupan bagi mahluk hidup.  

Matahari



MATAHARI dan Ketetapan ALLAH 


          Matahari memiliki jarak 150 juta kilometer dari bumi dan menyediakan energi yang dibutuhkan oleh kehidupan di bumi ini secara terus menerus. Pada pusat benda angkasa yang berenergi sangat besar ini, atom hidrogen terus-menerus berubah menjadi helium. Tiap detik 616 miliar ton hidrogen berubah menjadi 612 miliar ton helium. Selama sedetik itu, energi yang dihasilkan sebanding dengan ledankan 500 juta bom atom. Selain itu matahari dianggap benda hitam yang berpijar pada temperatur 6000 kelvin dan energi yang dipancarkan berupa gelombang elektromagnetik yang menyebar ke segala arah. Karena benda hitam pada temperatur tertentu dapat mengemesikan radiasi dan jumlah maksimum dan mencakup semua panjeng gelombang, maka spektrum sinar matahari merupakan spektrum yang komplit. Sesuai dengan hukum Wien energi maksimum untuk temperatur 6000 kelvin adalah 0,483 kilometer sehingga spektrum panjang gelombang energinya masuk pada kategori cahaya tampak. 99% energi yang dibutuhkan untuk kehidupan disediakan oleh matahari, setengah energi ini kasatmata  dan berbentuk cahaya, sedangkan sisanya berbentuk sinar ultraviolet yang tidak kasatmata dan berbentuk panas. Sifat lain dari matahari adalah memuai secara berkala seperti lonceng. Hal ini berulang setiap lima menit dan permukaan matahari bergerak mendekat dan menjauh 3 km dari bumi dengan kecepatan 1.080 km/jam.



          Meskipun 325.599 kali lebih besar dari bumi, matahari merupakan salah satu bintang kecil yang terdapat di alam semesta. Matahari berjarak 30.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti , yang berdiameter 125.000 tahun cahaya. Dimana 1 tahun cahaya sebesar 9.460.800.000.000 km. Selain itu terkait dengan perjalanan matahari Allah SWT berfirman dalam surat Yasin ayat:38 sebagai berikut : 




  وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ




“dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (Yaa Siin : 38)




          Bedasarkan perhitungan para astronom, akibat aktivitas galaksi kita, mataharu berjalan dengan kecepatan 720.000 km/jam menuju solar Apex, suatu tempat pada bidang angkasa yang dekat dengan bintang Vega. Ini berarti matahari bergerak sejauh kira-kira 720.000 x 24 = 17.280.000 km dalam sehari, begitu pula bumi yang bergantung padanya.